Jumat, 03 Juni 2016

berpikir cerdas

Apa yang tidak biasa umumnya lebih merupakan panduan daripada hambatan.
 Berpikir mundur. Itu langkah yang sangat berguna dan sangat mudah, tapi jarang dilakukan orang.
 Sebagian besar orang, jika mendengar rangkaian peristiwa, pasti bisa mengatakan hasilnya. Mereka menyatukan rangkaian kejadia itu dalam benak mereka, dan menarik kesimpulan logis tentang akibat yang mungkin timbul. Tapi jika situasinya terbalik, jika kita memberi tahu mereka hasil akhirnya dan meminta mereka meruntut kejadian-kejadian sebelumnya, hanya sedikit orang yang mampu melakukannya. Itu yang kumaksud dengan berpikir mundur atau berpikir analitis.

 - Sherlock Holmes -

kata sang detektif


“Otak manusia pada awalnya sama seperti loteng kecil yang kosong, dan kau harus mengisinya dengan perabot yang sesuai dengan pilihanmu. Orang bodoh mengambil semua informasi yang ditemuinya, sehingga pengetahuan yang mungkin berguna baginya terjepit di tengah-tengah atau tercampur dengan hal-hal lain. Orang bijak sebaliknya, dengan hati-hati ia memilih apa yang dimasukkannya ke dalam loteng-otaknya. Ia tidak akan memasukkan apapun kecuali peralatan yang akan membantunya dalam melakukan pekerjaannya, sebab peralatan itu saja sudah sangat banyak. Semuanya itu diatur rapi dalma loteng-otaknya sehingga ketika diperlukan, ia dapat dengan mudah menemukannya. Keliru kalau kau pikir loteng-otak kita memiliki dinding-dinding yang bisa membesar. Untuk setiap pengetahuan yang kau masukkan ada sesuatu yang sudah kau ketahui yang terpaksa kau lupakan. Oleh karena itu, penting sekali untuk tidak membiarkan fakta yang tidak berguna menyingkirkan fakta yang berguna.”

- Sherlock Holmes -